Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Mei 2009

''Alhamdulillah''

Pada bulan Romadlon tahun 1365 hari Jum'at legi atau 17 Augustus 1945, turunlah berkat Alloh Rohmat Alloh yang Maha Kuasa kepada bangsa Indonesia, menghancurkan sifat Thoma' nya bangsa lain yang mengikat rakyat Indonesia 353 1/2 tahun.

Alhamdulillah Robbil'alamin pada bulan Romadlon tanggal 10 tahun 1365 hari Sabtu Pahing atau 18 Augustus 1945. Rakyat Indonesia mendirikan Negara Repoblik Indonesia.

Agar nasib rakyat Indonesia yang pahit selama 353 1/2 tahun itu tidak terulang menimpa regenerasi- regenerasi yang akan datang, maka pada tanggal 18 Augustus 1945 itu pula dicantumkan kewajiban bangsa Indonesia yang paling awal yaitu menghapus sifat thoma' dari tanah air Indonesia ini.

Itulah kewajiban asasi bagi bangsa dan negara Repoblik Indonesia, kewajiban asasi ini telah dicantumkan di dalam Pembukaan Undang- Undang Dasar Negara Repoblik Indonesia alinea ke-1 yang berbunyi :
''MAKA PENJAJAHAN DI ATAS DUNIA HARUS DIHAPUSKAN''
Hakekat penjajahan itu bukan manusia, bukan meteri, bukan pemerintah akan tetapi sifat thoma', sifat serakah, sifat rakus, sifat dholim sifat Bhetarakala kalimat; ''HARUS DIHAPUSKAN'', artinya : Wajib bagi tiap-tiap bangsa menghapuskan sifat penjajahan, sifat thoma'. Mengapa harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan Pri-Kemanusian dan Pri-Keadilan.

Oleh karena yang diwajibkan asasi menghapus sifat thoma' itu negara/bangsa Indonesia, maka seluruh penyelenggara negara dari Kepala Negara, Mentri, Gubernur, Bupati, Camat, Lurah, Executive, Legeslatif. yudikatif. Baik dari dirinya sendiri maupun seluruh masyarakat..

------
Khaula Andika

Sabtu, 02 Mei 2009

THOMA'

Kita sering menyaksikan dan merasakan sendiri bahwa di Indonesia sekarang ini sedang mengalami keterpurukan dan kekacauan disegala bidang :
1. Kekacauan di bidang Politik
2. Kekacauan di bidang Ekonomi
3. Kekacauan di bidang Sosial
4. Kekacauan di bidang Hukum
5. Kekacauan di bidang Persatuan
6. Kekacauan di bidang Keamanan
7. Kekacauan di bidang Penyelenggaraan Negara.

Kebrutalan, penodongan, perampokan, perusakan, pembakaran dibeberapa tempat. Demontrasi dimana-mana, hujat menghujat, jegal menjegal, saling tubruk, saling terkam , saling rebutan kekuasaan.

Darah tumpah sia-sia, di Aceh, Irian Barat, Ambon, Ternate. Sambas, Sampit, Gunung berapi meletus, banjir, gempa bumi, tanah longsor.

Semua ini hanyalah akibat-akibat. Tiap-tiap akibat tentulah timbulnya dari sebab..
Apakah sebabnya bangsa Indonesia sekarang terpuruk di dalam kekacauan yang menggila ini ?
Didalam sabda Rosulullah, di terangkan; ''Hendaklah kamu takut akan sifat Thoma'' maka sesungguhnya ialah mendatangkan kepakiran''.
Hadits ini menerangkan bahwa yang menjadikan individu, keluarga, masyarakat, bangsa, Negara menjadi fakir, menderita, sengsara, hina adalah sifat thoma', sifat dholim, sifat rakus, sifat yang ingin menguasai hak-hak orang lain.

Apa yang disabdakan oleh Rosululloh ini, ternyatalah telah dialami oleh bangsa Indonesia.
Selama bangsa Indonesia dikuasai oleh sifat thoma' nya bangsa lain selama lebih dari 350 tahun, bangsa Indonesia mengalami kesengsaraan yang luar biasa.

Subhanalloh..
Nasib bangsa Indonesia kini kembali terpuruk, dan menderita, rakyat yang jadi korban keserakahan kaum thoma'
Penjajahan bangsa asing telah pulang ke negri masing-masing. Munculah penjajah baru di Indonesia.
* Celakanya yang menjadi penjajah baru ini ialah bangsa kita sendiri (penyelenggara negara sendiri).

Sehingga Negara Indonesia Merdeka telah berdiri lebih dari setengah abad, tetapi rakyatnya belum Merdeka, karena masih dijajah oleh sifat thoma'

------
Khaula Andika

Kamis, 19 Februari 2009

Fw: Dari Mana Datangnya Rupiah..?

Melihat begitu indahnya dan megah kompleks bangunan Jami'atul Mudzakkirin dan Gedung Al Istiqoomatul Isti'aanah, mungkin ada yang bertanya dari mana sumber dana yang digunakan untuk membangunnya ?
Sebagai seorang yang diajarkan untuk merasakan dan memahami hakikat bahwa Alloh SWT, itu dekat dan Alloh Maha Kaya tentu pertanyaan seperti itu terasa aneh di telinga. Namun demikianlah adanya. Dana awal pembangunan Jami'atul Mudzakkirin dari Bapak Kyai. Kemudian beliau menyerukan agar semua kholifah melibatkan diri dalam pembangunan kompleks. Sumbangan yang diberikan warga bentuknya bermacam-macam, al uang, matrial bangunan dsb..

------
Andy S Moehadi

Keluarga Cemara..

Halo.. Guys